Loading...

Senin, 16 April 2012

“PROFILE PENGUSAHA SERTA PEKERJA YANG SUKSES SERTA SIKAP MENTALNYA”


Description : PROFILE PENGUSAHA MUDA SUKSES SANDIAGA S. UNO Nama Lengkap : Sandiaga S. Uno Tempat/tgl lahir : Rumbai, 28 Juni 1969 St...

PROFILE PENGUSAHA MUDA SUKSES SANDIAGA S. UNO

Nama Lengkap : Sandiaga S. Uno
Tempat/tgl lahir : Rumbai, 28 Juni 1969
Status : Menikah
Istri : Noor Asiah
Anak : Anneesha Atheera Uno,
Amyra Atheefa Uno
Orang tua : Razif Halik Uno dan
Rachmini Rachman atau Mien Uno
Pendidikan : Studi di Wichita State University,
Master di George Washington University
Pekerjaan : Pengusaha,
Pemegang saham pada PT Adaro Indonesia,
Pendiri PT. Sarotoga Investama Sedaya (SIS)
Pengalaman : Presiden Direktur dan Direktur pada sembilan perusahaan,
seperti PT.Alberta Communication dan PT.Mitra
Telecommunication
Ada filosofi menarik dalam hidup Sandi, panggilan akrab Sandiaga S.
Uno. Pandangan itu ia peroleh dari ajaran kedua orang tuanya. Sedari kecil, Sandi
dididik selalu berjiwa optimistis. Ia percaya, jika esok pasti akan lebih baik dari
hari ini. Setiap kali ada masalah, pasti ada solusi. Setiap ada keinginan, pasti ada
jalannya. .Karena itu, Sandi melihat semua masalah berdasarkan hari per hari.
Menggelinding begitu saja. Dia hanya berprinsip tetap bisa survive. Kalau sudah
melihat jauh ke depan, tapi tak bisa fleksibel, akhirnya juga susah. Sebab, dunia
usaha itu sangat dinamis, tiap detik berubah.
Tak cukup sampai di situ, untuk kehidupan pribadi, Sandi juga menyadari
betapa pentingnya sisi spiritual bagi kehidupan yang dijalani. Dia sadar, spiritual
menjadi dasar mental bagi setiap langkahnya. Apa yang didapat manusia dapatkan
saat ini adalah titipan. Bermula dari prinsip inilah, Sandi selalu berusaha
memperlakukan semua yang telah didapatnya, baik dari segi bisnis maupun
keluarga, merupakan suatu refleksi bagi dirinya yang bersifat sementara.
HASIL WAWANCARA WIRAUSAHAWAN BONEKA HORTA
Wirausahawan ini bernama Gigi. Gigi merupakan mahasiswa IPB
angkatan 39. Usaha Gigin keenam temannya berawal dari program kreatifitas
mahasiswa mengenai Boneka Horta yang mereka ajukan. PKM tersebut sempat
lolos di PIMNAS. Setelah PIMNAS, boneka horta belum banyak dikenal, bahkan
produksi sempat terhenti. Gugun cs kembali memproduksi boneka horta setelah
mendapat undangan untuk mengikuti pameran. Awalnya mereka memproduksi
sendiri boneka horta tersebut. Kemudian menjual secara “personal selling”.
Boneka Horta termasuk prodak inovasi, awalnya tidak terkenal. Butuh
waktu lama (lebih dari 1 tahun) agar Boneka Horta diterima di pasaran. Media
publikasi yang digunakan dalam pemasaran antara lain: pamflet, baner, spanduk,
dan internet. Mereka juga sempat berjualan di Koridor Faperta dan menghadiri
beberapa pameran. Hal tersebut mereka lakukan agar Boneka Horta semakin
banyak dikenal.
Produksi untuk pemasaran dimulai sekitar akhir 2006 berjumlah sekitar 50-100
setiap bulan, kemudian meningkat 200-300 tiap bulan, 1000-2000 tiap bulan.
Hingga kini produksi mencapai 10.000 boneka tiap bulan. Permintaan yang
semakin banyak itu membuat mereka harus melakukan pembagian kerja. Saat ini,
terdapat 40 karyawan. Mereka memberdayakan ibu-ibu di Ciomas sebagai tim
produksi.
Mereka juga mempunyai tim kreatif (sejak tahun 2007). Hal ini sebagai
respon terhadap keinginan konsume. Tim kreatif mendisain boneka yang
kemudain diserahkan kepada tim produksi. Awalnya, boneka horta hanya terdapat
1 jenis. Mereka pun mencoba mengkreasikan boneka Horta. Hingga saat ini
terdapat 8 jenis boneka horta (jenis cup, panda, kura-kura, platypus, sapi, kodok,
babi, dan kucing) yang telah dipasarkan dan 2 jenis boneka (monyet dan gajah)
dalam persiapan produksi.
Selain focus pada boneka horta, mereka juga memasarkan Hidrogel
sebagai produk alternatif. Pada intinya, mereka focus pada Boneka Horta.
Pembagian kerja sangat terlihat dalam manajemen Kios Kreatif Horta. Kios
Kreatif Horta buka setiap senin-sabtu pukul 08.00-18.00. Sebelum para karyawan
kios di bubarkan pada pukul 18.00, mereka berkumpul sebentar untuk melaporkan
hasil kegiatan mereka hari itu. Hambatan terbesar dalam usaha itu adalah benih
yang masih impor dan demand lebih tinggi dari supply. Hambatan ini sebetulnya
mengisyaratkan peluang pasar yang masih sangat besar.
PENGUSAHA PROPERTY
”Elang Gumilang (Mahasiswa Milyader)”
Elang Gumilang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Terlebih
ia adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Kiprahnya di dunia
usaha tidak perlu diragukan, banyak sudah koleksi penghargaan dan prestasi yang
diraihnya. Hal ini bukan tentu saja datang dengan mudah. Elang sendiri
merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh
(55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada,
yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu
rumah tangga biasa.
Setelah Elang berbisnis donat, sepatu dan lampu. Elang mulai melihat
celah di bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke
warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan
puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke warung
warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim minyak
goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang kembali
mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya. Tapi,
karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga mengganggu
kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan.
Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot
dari pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya
untuk minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa
berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang bisnis
yang tidak menggunakan otot. Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai
merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini
sangat prospektif apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan
mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun
modalnya, ia patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai
usaha itu sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk
mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara
profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas
Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.
Saat ini Elang telah memiliki perumahan untuk rakyat miskin dan
harganya pun terjangkau. Perumahan yang memiliki omset milyaran rupiah ini
didirikannya dengan susah payah dan banyak sekali menyita waktu kuliahnya
sehingga ia belum sempat merasakan wisuda. Ia telah berhasil menjadi seorang
pengusaha sukses dan sangat membanggakan kedua orang tuanya. Banyak sekali
yang dapat kita petik dari perjalanan hidup Elang karena dengan sifat-sifat dan
sikap mentalitas beliau, beliau berhasil.
SEORANG PEKERJA KERAS YANG SUKSES
”Drs. H. Zakaria Nawar”
Zakaria Nawar, begitu nama lengkapnya diberikan oleh orang tuanya,
dilahirkan di Padang pada tanggal 1 Mei 1953 dan merupakan anak pertama dari
empat bersaudara yang beralamat di Jalan Sawahan Dalam II No. 10 Padang.
Zakaria Nawar kecil, memulai pendidikan di SD, PGAN 4 dan PGAN 6 tahun.
Tamat dari PGAN 6 tahun, melanjutkan kuliah pada Fakultas Tarbiyah IAIN
Imam Bonjol Padang, sehingga memperoleh gelar Doktorandus (Drs.).
Sebagai insan yang mempunyai ilmu, Zakaria Nawar diangkat sebagai
PNS di lingkungan Kanwil Departemen Agama Provinsi Sumatera Barat tahun
1982. Memulai karier PNS, dengan jabatan Kepala Seksi RA/MI dan Kepala
Seksi Dokstik pada Bidang Binrua. Agar mempunyai pengalaman yang beragam,
Zakaria Nawar diberikan amanah sebagai Kepala Sub Bagian Kepegawaian.
Dengan keberhasilan tugas yang dibebankan kepada Zakaria Nawar, pimpinannya
mempromosikan menjadi Kepala Kantor Departemen Agama Kota Payakumbuh.
Setelah mempunyai pengalaman di daerah, Zakaria kembali di tarik ke jajaran
Kanwil Depag Sumbar sebagai Kepala Bidang Pekapontren, dan sekarang
dimuatasikan menjadi Kepala Bidang Mapenda.
Suami dari Ernawati ini, merenangi dunia PNS dengan berbagai
keberhasilan. Keberhasilan tersebut dicapai berkat pendidikan dan peltihan yang
telah diikuti. Adapun pendidikan dan pelatihan yang telah diikuti di antaranya
adalah Sepala Departemen Agama, Sepama Departemen Agama, pendidikan dan
pelatihan bidang teknis lainnya terutama yang berkaitan dengan bidang
pendidikan. Ayah dari 3 orang anak (Erri Adi Azkar, S.Si, Nazrial Afwan dan Eza
Fauzana, S.Kom) ini, dalam bekerja selalu dengan gaya low profile nya, sehingga
pekerjaan yang dibebankan dikerjakan dengan senang hati dan tanpa ada
keterpaksaaan.
Dengan demikian, sesuai dengan jabatan sekarang sebagai Kepala Bidang
Mapenda Kanwil Depag Sumbar, Zakaria Nawar menjelaskan bahwa pada Bidang
Mapenda untuk tahun 2009 sesuai dengan kebijakan pemerintah secara nasional di
bidang pendidikan mempunyai program utama. Program utama di Bidang
Mapenda tersebut adalah melanjutkan sertifikasi guru-guru PAI, memberikan
tunjangan profesi kepada guru-guru yang telah lulus sertifikasi, memberikan
beasiswa bagi anak-anak yang orang tuanya miskin, melaksanakan kualifikasi
guru ke jenjang Strata Satu (S.1).
ARTIKEL PEKERJA KERAS YANG SUKSE
”Erry : Integritas Merupakan Investasi Yang Menghasilkan”
Nama Lengkap
Riwayat pekerjaan
Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI , Pemimpin Komisi
Pemberantasan Korupsi
Efek Jakarta,
Integritas atau kejujuran, merupakan falsafah hidup dari tokoh yang
banyak berkiprah di lem
harapan baru bagi pemberantasan korupsi di Indonesia, yaitu Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK). Baginya dengan memiliki integritas yang tinggi,
maka akan menuai hasil yang berlipat ganda.
Selalu Mencari Sesuatu Yang Baru
Sejak Mahasiswa, Erry selalu berusaha mencari sesuatu yang baru. Sambil
kuliah, dia juga berusaha untuk bekerja, seperti menjadi supir taksi, obyek barang
cetakan, salesman dan banyak bidang
dari Universitas Padjajaran Bandung tahun 1978, dengan meraih gelar Sarjana
Ekonomi Akuntansi, maka Erry mulai bekerja menjadi pegawai negeri, dimulai
dengan bekerja di Perumnas pada tahun 1979
berkarier di badan usaha milik negara,
kemudian di PT Timah tahun 1991
kemudian menjadi Direktur Utama tahun 1999
Setelah selesai di badan usaha milik negara, karier Erry tidak berhenti
begitu saja. Dengan keinginannya untuk terus menjalankan sesuatu yang baru dan
dinamis, berguna bagi bangsa dan negara, maka Erry memutuskan bergabung
dalam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2003
Ketua/Pimpinan. Berpikir rasional, memiliki wawasan dan
box”, yang banyak diperoleh oleh Erry saat itu.
belajar dari orang lain, jangan hanya terpaku pada diri sendiri dan tidak melihat
keluar. Jika hal tersebut masih kita lakukan, maka kita akan memiliki visi yan
sempit dan wawasan pun menjadi hilang.
suatu bank, Erry juga menjadi konsultan, dan juga aktif di LSM terkait
pemberantasan korupsi seperti Transparansi Internasional Indonesia dan
Masyarakat Transparansi Indonesia.
ini, saat sekarang ini tetap memiliki semangat untuk terus aktif mengerjakan
berbagai aktifitas yang berguna bagi kepentingan negara.
SUKSES
: Erry Riyana Hardjapamekas
: PT. Bank BNI tbk, Tim Nasional
Korupsi, Perum Perumnas, Komisaris
Komisaris Utama PT Agrakom, dll.
lembaga bisnis dan juga lembaga yang telah memberikan
suatu bidang-bidang lain yang dicobanya. Setelah lulus
iversitas 1979-1982. Setelah itu, Erry terus
seperti di PT Bukit Asam tahun 1982
1991-1994 menjadi Direktur Keuangan, sampai
1999-2002.
inginannya 2003-2007 menjadi Wakil
”thinking out of the
Kita harus mau melihat dan
Saat ini, selain menjadi komisaris di
arakat Bagi pria yang hobby berolahraga renang
, Bursa
baga 1982-1991,
yang
PROFILE PEKERJA SUKSES
“Dr. Ir. H. Fadel Muhammad”
Dr. Ir. H. Fadel Muhammad lahir di Ternate pada 20 Mei 1952. Sejak 10
Desember 2001, ia terpilih sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo. Melalui Pilkada
Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia terpilih kembali
sebagai Gubernur Gorontalo dengan memperoleh 81 persen suara. Nilai ini
merupakan nilai tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis, sehingga dibukukan
dalam Rekor MURI sebagai “Rekor Pemilihan Suara Tertinggi di Indonesia untuk
Pemilihan Gubernur”.
Bersama Wakil Gubernur Ir. Hi Gusnar Ismail MM, ia sukses memimpin
Gorontalo sejak 2001-2006. Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan
politikus Indonesia. Ia juga Ketua DPD I Golkar di Gorontalo. Fadel meraih gelar
Insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun
1978. Pada tahun 2007 Beliau memperoleh gelar Doktor Ilmu Administrasi
Negara (predikat Cum Laude), Universitas Gadjah Mada. Selain itu juga beliau
mengikuti kursus-kursus Manajemen dan Leadership baik di dalam maupun di
luar negeri. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB ia pernah mendapatkan
tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran
tersebut ditolaknya. Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB.
Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
(ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain itu, ia
pernah menjadi salah seorang pemegang saham Bank Intan yang kemudian
dilikuidasi. Saat ini Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung
Nasional. Berikut merupakan pengalaman kerjanya dalam berbagai bidang,
diantaranya Beliau pernah menjadi President dan Chairman dari beberapa
perusahaan lokal dan joint ventures dengan perusahaan international sejak tahun
1985. Anggota Dewan Pertimbangan KADIN INDONESIA sejak 2003. Dosen
untuk mata kuliah Seminar Kewirausahaan di FE Univesitas Trisakti Jakarta
(1998 – 2000). Mengajar pada program Doktor di Universitas Negeri Makasar
untuk mata kuliah Manajemen Adminitrasi Publik dan Birokrasi (2007 – 2008).
Memberikan ceramah/kuliah umum pada berbagai Program Pasca Sarjana di
sejumlah universitas untuk topik Kewirausahaan dan New Public Management.
Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (periode 2003 –
2007). Ketua Dewan Jagung Indonesia (periode 2004 - ). Anggota MPR-RI sejak
1992-2004. Pengurus Inti DPP Partai Golkar sejak 1989 – 2004. Ketua DPD
Partai Golkar periode 2005 – 2010.
PROFILE TANRI ABENG
Terlahir dengan nama Tanri Abeng, dari sebuah keluarga miskin di sebuah
desa di Pulau Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan, 65 tahun silam. Menyadari
keadaan ekonomi keluarga yang kurang beruntung, sejak usia belia ia bertekad
untuk belajar dan bekerja keras jika ingin menggapai cita-cita yang diinginkan.
Semasapendidikannya, misalnya, Tanri bersekolah sambil berusaha mencari uang
untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari di antaranya dengan memberi les,
menggandakan catatan-catatan sekolah/kuliah, dan lain-lain.
Perjalanan karirnya dimulai sejak Tanri Abeng bergabung dengan
perusahaan multi-nasional, PT. Union Carbide Indonesia, tidak berapa lama
setelah lulus dan menggondol gelar MBA. Tugasnya saat itu diawali dari
management trainee di Amerika Serikat, dan dalam waktu singkat, di usianya
yang ke-29 tahun, Tanri telah menduduki jabatan direktur keuangan dan
Corporate Secretary di perusahaan itu. Kecerdasan dan keteguhannya dalam
bekerja keras, sekali lagi menunjukkan hasil yang gemilang bagi perusahaan
tempatnya bekerja. Terbukti, hanya beberapa tahun kemudian ia dialihtugaskan
keSingapura dan bertanggungjawab atas pemasaran di Asia, Afrika, dan Eropa.
Walaupun karir dan penghidupannya sangat bagus di Union Carbide,
bahkan ditawarkan untuk menjadi presiden direktur di perusahaan ini dengan gaji
dan fasilitas yang sangat memuaskan, Tanri Abeng lebih memilih meninggalkan
pekerjaan lamanya dan bergabung dengan PT. Perusahaan Bir Indonesia (PT.
PBI) di tahun 1979. Keinginannya untuk mencoba tantangan baru yang lebih
keras dan sulit rupanya menjadi pendorong utama bagi Tanri menerima tawaran
untuk mengelola PT. PBI. Ia ingin membuktikan dirinya sebagai seorang manajer
yang baik dan handal. Hasilnya? Tangan dingin pria berbintang pisces ini dalam
waktu singkat mampu membawa sukses bagi perusahaan tersebut dan berkembang
menjadi PT. Multi Bintang Indonesia (PT. MBI), dan mengangkat perusahaan
multi-nasional ini menjadi bintang yang merajai pasar minuman di Indonesia.
Kesuksesan Tanri Abeng di MBI menarik perhatian Aburizal Bakrie, yang
kemudian menawarkannya untuk menahkodai kelompok usaha Bakrie Brothers.
Kemampuan dan kehandalannya dalam mengelola sebuah kelompok perusahaan
terbuktikan selama menjadi Chief Executive Officer (CEO) dari Bakrie Brothers.
Betapa tidak, hanya dalam waktu setahun Tanri, yang beristrikan Farida Nasution,
mampu meningkatkan keuntungan kelompok perusahaan tersebut hingga 30
persen. Dari rententan berbagai keberhasilan itulah kemudian Tanri Abeng
dijuluki sebagai “Manajer Satu Milyard”.
PEMILIK CV. SEJAHTERA
“Salim Irfan”
Salim Irfan (42 th), lulusan STM mesin adalah pemilik CV. Sejahtera yang
bergerak dalam bidang pangadaan tandan buah sawit segar. Beliau memulai usaha
itu sekitar 8 tahun yang lalu. Usahanya diawali ketika Salim bekerja sebagai
pegawai di perusahaan pengumpul kelapa sawit. Karena perusahaan tempat
bekerjanya sudah tidak memuaskan, akhirnya Salim membuka usaha sendiri
dengan menjadi distributor kelapa sawit. Usaha pertama Salim tidak berjalan
dengan mulus. Usahanya yang pertama mengalami kerugian karena terjadi
perselisihan harga kelapa sawit dengan distributor lainnya.
Salim kemudian pindah ke Pekanbaru. Disana beliau membuka usaha
perbengkelan. Usaha ini juga tidak mengalami kemajuan. Salim mencoba usaha
yang lain yaitu membuka reparasi mobil pribadi. Karena teman-teman Salim yang
menaruh kepercayaan sepenuhnya ke Salim, akhirnya mereka menjadi pelanggan
tetap di reparasi Salim. Dari sini usahanya semakin meningkat. Salim kemudian
berinisiatif untuk usaha lagi di bidang sawit. Beliau membeli alat transportasi
yang akan digunakan dalam mengangkut kelapa sawit. Beliau juga memulai
kembali usaha pengumpul kelapa sawitnya. Meskipun beliau pernah rugi sampai
300juta, beliau tetap tidak menyerah. Lama-kelamaan usahanya semakin maju.
Dan untuk itu, beliau membuka perusahaan kecil yang menangani bidang kelapa
sawit yaitu CV. Sejahtera. Dengan nama itu, harapan beliau adalah untuk
mensejahterakaan semuanya baik karyawan maupun keluarganya.
***SIKAP MENTAL***
A. Sikap Mental dari Seorang Pengusaha
Dari profile keempat pengusaha diatas (Sandiaga S. Uno, Gigin, Elang
Gumilang, dan Salim Irfan) dapat disimpulkan bahwa mereka memiliki sikap
mental pengusaha yaitu:
1. Cerdas
2. Feeling bisnis tinggi
3. Imajinasi tinggi
4. Disiplin
5. Rasionalitas tinggi
6. Berani
7. Tidak mudah putus asa
8. Rajin
9. Sabar
10. Gigih
11. Inovatif dan kreatif
12. Peka terhadap lingkungan
13. Pantang menyerah
14. Easygoing
15. Selalu menjaga hubungan baik dengan mitra-mitranya
16. Focus dan mampu memanajemen termasuk bekerja dalam tim
B. Sikap Mental dari Seorang Pekerja
Dari profile keempat pekerja yang sukses (Drs. H. Zakaria Nawar, Dr. Ir. H.
Fadel Muhammad, Tantri Abeng, dan Erry Riyana Hardjapamekas) dapat
disimpulkan bahwa sikap mental dari pekerja adalah:
1. Kompeten dalam berbagai bidang
2. Wawasannya luas
3. Mau untuk terus belajar
4. Loyal terhadap pekerjaannya.
5. Mempunyai skill
6. Mau untuk terus maju
7. Kerja keras dan kemauan yang kuat
8. Gigih
9. Pekerja keras
10. Tekun
11. Pantang menyerah
12. Ulet
13. Bekerja selalu dengan gaya low profile
14. Bekerja dengan senang hati dan tanpa ada keterpaksaaan.
15. Cerdas dan jeli dalam melihat peluang
16. Banyak belajar pengalaman dan keberhasilan orang lain
17. Jujur terhadap diri sendiri, terhadap atasan, peers, melayani atasan dengan
jujur, membina relasi (networking) dengan jujur, dalam segala hal perlu
dilandasi kejujuran, atau yang sering disebut juga Integritas.
18. Berpikir rasional, memiliki wawasan dan ”thinking out of the box”

Tidak ada komentar:


Share It